Konsep dasar Jaringan komputer
PENGERTIAN JARINGAN KOMPUTER
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
SEJARAH JARINGAN KOMPUTER
Di Tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai
tercipta superkomputer, maka sebuah komputer harus melayani
beberapa terminal. untuk itu ditemukan konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time
Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan
(network) komputer pada lapis aplikasi.
tercipta superkomputer, maka sebuah komputer harus melayani
beberapa terminal. untuk itu ditemukan konsep distribusi
proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time
Sharing System), dan untuk pertama kali terbentuklah jaringan
(network) komputer pada lapis aplikasi.
Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung ke sebuah host
komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi
komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya
berkembang sendiri-sendiri.
komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi
komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya
berkembang sendiri-sendiri.
Pada tahun 1957 Advanced Research Projects Agency (ARPA) dibentuk
oleh Departement of Defence (DoD) USA. Pada tahun 1967 desain
awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar
pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan
sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini
dikenal dengan nama ARPANET).
oleh Departement of Defence (DoD) USA. Pada tahun 1967 desain
awal dari ARPANET diterbitkan dan tahun 1969 DoD menggelar
pengembangan ARPANET dengan mengadakan riset untuk menghubungkan
sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik (program ini
dikenal dengan nama ARPANET).
Memasuki tahun 1970-an, sudah lebih dari 10 komputer berhasil
dihubungkan sehingga komputer-komputer tersebut bisa berkomunikasi
satu sama lain. Tahun 1972 Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan
program e-mail yang ia ciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET.
Program ini begitu mudah dan langsung populer dengan memperkenalkan
ikon @ yang berarti “at” atau “pada”.
dihubungkan sehingga komputer-komputer tersebut bisa berkomunikasi
satu sama lain. Tahun 1972 Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan
program e-mail yang ia ciptakan satu tahun sebelumnya untuk ARPANET.
Program ini begitu mudah dan langsung populer dengan memperkenalkan
ikon @ yang berarti “at” atau “pada”.
Tahun 1973 jaringan komputer ARPANET berkembang luas keluar Amerika
Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer
pertama di luar USA yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada
tahun yang sama, 2 orang ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn
mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi
cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini
untuk pertama kalinya dipresentasikan di Sussex University
Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer
pertama di luar USA yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada
tahun yang sama, 2 orang ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn
mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi
cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini
untuk pertama kalinya dipresentasikan di Sussex University
Hari bersejarah berikutanya adalah pada tanggal 26 maret 1976,
ketika Ratu Inggris berhasil mengirim e-mail dari Royal Signal and
Radar Enstablishment di Malvern. Setahun kemdian sudah lebih dari
100 komputer yang tergabung di ARPANET membentuk sebuah network.
ketika Ratu Inggris berhasil mengirim e-mail dari Royal Signal and
Radar Enstablishment di Malvern. Setahun kemdian sudah lebih dari
100 komputer yang tergabung di ARPANET membentuk sebuah network.
Pada tahun 1979 Tom Truscott, Jim Ellis, dan Steve Bellovin
menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981
France Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon
TV pertama, dimana orang bisa menelphone sambil melihat lawan
bicaranya melalui video link.
menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981
France Telecom menciptakan gebrakan baru dengan meluncurkan telepon
TV pertama, dimana orang bisa menelphone sambil melihat lawan
bicaranya melalui video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak,
maka dibutuhkan suatu protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan
Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Contron Protocol/Internet
Protocol (TCP/IP) yang kita kenal hingga saat ini.
maka dibutuhkan suatu protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan
Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Contron Protocol/Internet
Protocol (TCP/IP) yang kita kenal hingga saat ini.
Pada tahun 1984 diperkenalkan Domain Name System (DNS) yang merupakan
sistem penamaan masing-masing komputer yang terhubung jaringan. Telah
terhubung lebih dari 1000 unit komputer hingga tahun 1984 itu dan pada
tahun 1987 komputer yang terhubung melebihi angka 10.000 unit.
sistem penamaan masing-masing komputer yang terhubung jaringan. Telah
terhubung lebih dari 1000 unit komputer hingga tahun 1984 itu dan pada
tahun 1987 komputer yang terhubung melebihi angka 10.000 unit.
Pada tahun 1988 Jarko Oikarinen dari Finland menemukan da memperkenal-
kan IRC dan setahun kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10
kali lipat (lebh dari 100.000 unit komputer)
kan IRC dan setahun kemudian jumlah komputer yang terhubung melonjak 10
kali lipat (lebh dari 100.000 unit komputer)
Tahun 1992 adalah tahun yang paling bersejarah ketika Tim Berners Lee
Menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu
komputer dengan komputer lain. Program ini disebut www (World Wide Web)
yang kemudian memunclkan istilah surfing (menjelajah) atau browsing.
Menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu
komputer dengan komputer lain. Program ini disebut www (World Wide Web)
yang kemudian memunclkan istilah surfing (menjelajah) atau browsing.
Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN.
Jenis-Jenis Jaringan Komputer
Jaringan Komputer adalah Kumpulan beberapa Komputer dan peralatan lain yang saling terhubung satu sama lainnya dengan menggunakan aturan-aturan tertentu. Berdasarkan dari ruang lingkup jangkauanya, jaringan komputer dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-Jenis Jaringan Komputer tersebut adalah LAN (Local Area Network), MAN (Metropolitan Area Network), WAN (Wide Area Network), Intranet dan Internet. Berikut adalah Penjelasan dari Jenis-Jenis Jaringan Komputer :
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan
2. Metropolitant Area Network (MAN)
Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.
3. Wide Area Network (WAN)
WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.
WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.
4. Intranet
Intranet adalah jaringan komputer khusus yang hanya diperuntukan atau dapat diakses oleh satu pihak. Contohnya : Telkom Pekanbaru dan Telkom Jakarta.
5. Internet
Internet (interconnected-networking) adalah jaringan komputer yang mencangkup area seluruh dunia (global) jadi semua orang di belahan Bumi ini dapat berkomunikasi dan bertukar data di Internet
TIPE-TIPE JARINGAN
Secara garis besar, jaringan komputer terbagi menjadi 2 macam, yaitu peer to peer dan client-server. Secara mudahnya peer to peer adalah jaringan komputer dimana semua komputer memiliki posisi setara/sejajar, karena tidak ada yang menjadi pengontrol jaringan tersebut. Sedangkan client-server memiliki pengontrol jaringan yang disebut server itu sendiri.Lalu apa kelebihan dan kekurangan keduanya? Dibawah ini saya cantumkan beberapa perbedaan antara peer to peer dan clien-server.
Jaringan Peer to peer.
Peer-to-Peer atau lebih dikenal dengan P2P atau teknologi dari “ujung” ke “ujung” pertama kali di luncurkan dan dipopulerkan oleh aplikasi-aplikasi file sharing. Pada konteks ini teknologi P2P memungkinkan para pengguna untuk berbagi, mencari dan mengunduh berkas. Sistem P2P yang sebenarnya adalah suatu sistem yang tidak hanya menghubungkan “ujung” satu dengan lainnya, namun ujung-ujung ini saling berhubungan secara dinamis dan berpartisipasi dalam mengarahkan lalulintas komunikasi informasi-, pemrosesan-, dan penugasan pembagian bandwidht yang intensif, dimana bila sistem ini tidak ada, tugas-tugas ini biasanya diemban oleh server pusat.
Peer-to-peer menjadi sebuah alternatif aplikasi untuk mencari resource tertentu yang tidak ada diwebsite ataupun alternatif untuk berbagi resource tanpa sebuah web server yang harganya masih tergolong mahal. Selain itu pada jaringan Peer to Peer host dapat dijadikan server dan juga menjadi client secara bersamaan, Contohnya dalam file sharing antar komputer di jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A, B, C, D, dan E) yang memberi hak akses terhadap file share dari B bernama data.xls dan juga memberi akses file soal.doc kepada C. saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer-to-peer.Ide mengenai konsep ini muncul kira-kira pada akhir dekade 1980-an, ketika jaringan komputer dan tentunya juga komputer telah mulai masuk ke dalam salah satu barang wajib dalam perusahaan, baik itu perusahaan kecil maupun besar. Tetapi, arsitektur ini berkembang dalam jaringan yang terlalu kecil untuk memiliki sebuah server yang terdedikasi, sehingga setiap komputer klien pun menyediakan layanan untuk berbagi data untuk melakukan kolaborasi antara pengguna. Jaringan peer-to-peer pun mulai banyak digemari ketika Microsoft merilis sistem operasi Windows for Workgroups, meski sebelumnya sistem operasi MS-DOS (atau IBM PC-DOS) dengan perangkat MS-NET (atau PC-NET) juga dapat digunakan untuk tujuan ini. Karakteristik kunci jaringan tersebut adalah dalam jaringan ini tidak terdapat sebuah server pusat yang mengatur klien-klien, karena memang setiap komputer bertindak sebagai server untuk komputer klien lainnya. Sistem keamanan yang ditawarkan oleh metode ini terbilang lebih rendah dibandingkan dengan metode klien/server dan manajemen terhadapnya pun menjadi relatif lebih rumit.
KEUNTUNGAN :
1. Setiap pengguna bebas terhubung ke jaringan.
2. Penyimpanan file tidak terpusat.
3. Setup dan pemeliharaan relatif lebih mudah.
4. Membutuhkan biaya yang lebih rendah untuk membangun dan pemeliharaan.
5. Sekuriti diset oleh setiap pengguna Dan tingkat keamanan cenderung rendah.
Kelemahan
- Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
- Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
- Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
- Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
Jaringan Client server.
Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer-komputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation.
KEUNTUNGAN :
1. Hanya pengguna yang diijinkan yang bisa terhubung ke jaringan.
2. Penyimpanan file terpusat.
3. Setup dan pemeliharaan lebih rumit.
4. Membutuhkan biaya yang lebih tinggi untuk membangun dan pemeliharaan.
5. Sekuriti diset di server dan tingkat keamanan cenderung lebih tinggi, karena ada server yang mengontrol setiap kegiatan antar jaringan.
Kelemahan
- Biaya operasional relatif lebih mahal.
- Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
- Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.
Topologi Jaringan Komputer
* Topologi Bus atau Daisy Chain
Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.Topologi ini awalnya menggunakan kable Coaxial sebagai media pengantar data dan informasi. Tapi pada saat ini topologi ini di dalam membangun jaringan komputer dengan menggunakan kabal serat optik ( fiber optic) akan tetapi digabungkan dengan topologi jaringan yang lain untuk memaksimalkan performanya.
Keuntungan :
* Hemat kabel
* Layout kabel sederhana
* Mudah dikembangkan
Kerugian :
* Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
* Kepadatan lalu lintas
* Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
* Diperlukan repeater untuk jarak jauh
* Topologi Cincin
Topologi cincin atay yang sering disebut dengan ring topologi adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung membuat lingkaran. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.Adapun kelebihan dari topologi ini adalah kabel yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari topologi ini adalah pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling terhubung.
* Topologi Token Ring
Topologi ini hampir sama dengan topologi ring akan tetapi pembuatannya lebih di sempurnakan. Bisa di lihat dari perbedaan gambar.
Didalam gambar jelas terlihat bagaimana pada token ring kable penghubung di buat menjadi lingkaran terlebih dahulu dan nantinya akan di buatkan terminal-terminal untuk masing-masing komputer dan perangkat lain.
Keuntungan :
* Hemat Kabel
Kerugian :
* Peka kesalahan
* Pengembangan jaringan lebih kaku
* Topologi Bintang
Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll.Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan. Keuntungan dari topologi ini sangat banyak sekali diantaranya memudahkan admin dalam mengelola jaringan, memudahkan dalam penambahan komputer atau terminal, kemudahan mendeteksi kerusakan dan kesalahan pada jaringan. Tetapi dengan banyak nya kelebihan bukan dengan artian topologi ini tanpa kekurangan. Kekurangannya diantaranya pemborosan terhadap kabel, penis yang terpusat pada hub terkadang jadi permasalahan kritis kalau seandainya terjadi kerusakan pada hub maka semua jaringan tidak akan bisa di gunakan.
Keuntungan :
* Paling fleksibel
* Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
* Kontrol terpusat
* Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
* Kemudahaan pengelolaan jaringan
Kerugian
* Boros kabel
* Perlu penanganan khusus
* Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis
* Topologi Tree / Pohon
Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.
* Topologi Peer-to-peer Network
Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yangterdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama.
Manfaat Jaringan Komputer
* Resource Sharing
* Reliabilitas tinggi
* Menghemat uang
Komponen Jaringan
* PC Server
* PC Client
* Network Interface Card
* Hub / Switch
* Kabel
* Sistem Operasi
DASAR-DASAR WLAN
Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan LAN, kan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan wireless device untuk berhubungan engan jaringan. node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan SSID yang menunjukkan identitas dari wireless device.
Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat digunakan : infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN.
Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing computer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan berkabel.
A. Mode Ad-Hoc
Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad- hoc ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain seperti tampak pada gambar 1. Kekurangan dari mode ini adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua komputer tersebut.
B. Mode Infrastruktur
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan mode infrastruktur.Pada mode infrastruktur access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.
Perangkat Wireless LAN
Tower/Menara
Tower dipergunakan untuk memasang perangkat WLAN untuk melingkupi kawasan yang lebih luas dibanding dalam ruangan (indoor). Tinggi dan jenis tower disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tujuan yang hendak dicapai dengan pembangunan RT/Rw-net, dilengkapi dengan penangkal petir.
Perkembangan terakhir sekarang ini, sudah ada produk radio-radio outdoor yang harganya bersaing dengan harga radio-radio indoor, walaupun tidak banyak, namun lebih ekonomis dan praktis digunakan di sisi server sebagai AP maupun di sisi klien sebagai station.Sebagian dari radio-radio AP indoor maupun outdoor bisa juga berfungsi sebagai router, bisa digunakan di sisi server maupun klien, tergantung kebutuhannya, namun lebih baik fitur2 router tidak digunakan bila melayani klien yang relatif banyak, agar dikhususkan hanya sebagai transmitter dan receiver agar radio tersebut tidak bekerja terlalu berat. Sedangkan fungsi router dikerjakan oleh PC router maupun routerboard di server.
1. Model Radio WLAN indoor
2. Model Radio WLAN outdoor
3. Model kombinasi Radio WLAN indoor+outdoor
- MoBo PC WLAN
Adalah motherboard PC yang berfungsi menjadi AP maupun router dengan menambah slot PCI dengan kartu PCI WLAN atau mini PCI WLAN, direkomendasikan menggunakan OS kernel linux khusus router seperti mikrotik, vyatta, maupun distro2 linux besar yang lain. Bisa digunakan indoor maupun outdoor dengan tambahan box pelindung, dan umumnya menggunakan pigtail dari radio PCI/mini PCI ke antena external high gain.
- Routerboard WLAN
Adalah motherboard mini yang khusus untuk berfungsi sebagai router maupun AP dengan menambah mini PCI WLAN menggunakan OS mikrotik maupun OS linux khusus router-WLAN, seperti open wrt, dll. Bisa digunakan indoor maupun outdoor ditambah dengan box pelindung,dan umumnya menggunakan pigtail dari radio mini PCI ke antena external high gain.
- Radio WLAN indoor untuk outdoor
Adalah Radio WLAN indoor yang dipergunakan untuk outdoor dengan menambah box pelindung agar terhindar dari hujan dan panas. Biasanya menggunakan tambahan antena external untuk memperkuat gain sinyal radio,dan umumnya menggunakan pigtail dari radio WLAN ke antena external high gain.Pada prinsipnya radio WLAN indoor/outdoor, routerboard WLAN maupun MoBo PC WLAN memiliki kesamaan fungsi yaitu sebagai AP WLAN atau AP-Router WLAN, hanya beda bungkus, kemasan dan kemampuan serta tentu saja harga Nyengir.Selain itu untuk Radio WLAN indoor, routerboard WLAN, atau MoBo PC WLAN yang dipergunakan untuk AP Outdoor lebih baik menggunakan antena external dengan gain yang besar, sedangkan Radio WLAN outdoor biasanya sudah termasuk built-in antena di dalamnya walaupun sebagian produk menambah fitur untuk bisa ditambahkan antena external tambahan.
Standarisasi Protokol
Standar IEEE 802.11
Standar IEEE 802.11 mengkhususkan untuk pengembangan teknologi lapisan fisik dan link Wireless Local Area Network (WLAN) yaitu lapisan 1 dan lapisan 2 (standar 7 lapisan / layers dari International Open Systems). Adapun pada standar 802.11 terdapat enam buah standar yang ada (Humala, 2003), yaitu:
a. 802.11a
Wireless LAN yang beroperasi pada frekuensi 5 GHz dengan menggunakan teknologi OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplex).
b. 802.11b
DSSS (Direct Squences Spread Spectrum) pada lapisan fisik dengan transfer data 5.5 sampai 11 Mbps pada 2,4 GHz.
c. 802.11e
Pengembangan aplikasi LAN dengan Quality of Services (QoS), keamanan dan autentifikasi untuk aplikasi seperti streaming media dan konferensi video.
d. 802.11f
Rekomendasi praktis untuk multi-vendor access point interoperability melalui inter-access point protocol access distribution system support.
e. 802.11g
Standar untuk penggunaaan DSSS dengan transfer 20 Mbps dan OFDM 54 Mbps, standar ini backward compatible dengan 802.11b dan bias dikembangkan sampai lebih 20 Mbp.
Langkah Instalasi Access Point :
1. Siapkan AP dan pasang sekaligusnya Antena dan kabel power AP.
2. Pasangkan kabel UTP jenis cross dari AP ke Port Lan Card di PC Server.
3. Hidupkan PC server, lalu masukan CD Driver AP ke dalam CDROM kemudian Instal Driver AP pada PC Server hingga selesai.
4. Pilih Star >>pilih My Network Places dengan klik kanan >>pilih properties
5. Muncul Network Connection, pilih wireless network connection dengan klik kanan>> pilih properties>>
6. Muncul Wireless Network Connection Properties >>pilih tab Wireless Network, pada bagian preferred network muncul nama default dari Access Point yang aktif yakni, default.
7. Mengkonfigurasi AP melalui program web browser yakni Internet Explorer (IE) dengan mengetikkan IP address pada kolom Address nya. (IP address dapat dilihat pada buku manual AP).
8. Sesuaikan IP Address PC Server dengan IP address AP agar PC Server dapat mengakses AP yang dilanjutkan dengan pengaturan settingan AP. (missal IP Address AP adalah 192.168.1.50 maka IP address PC server 192.168.1.51)
9. Pilih AP tipe jaringan (infrastruktur) Network only
10. Pada system tray, klik kanan ikon Network, pilih View Available Wireless Network
11. Muncul kotak dialog, lalu cek Allowme to connect >> pilih connect
12. Jalankan program IE, pada bagian address ketik IP address AP, missal ; http://192.168.1.50 hingga akan muncul tampilan login yang meminta pengisian User Name dan Passwor AP (lihat di manual AP).
13. Setelah pengisian login benar antara user name dan password benar, akan muncul halaman control panel AP.
14. Carilah nama SSID (nama workgroup jaringan wireless) nya dan bisa diganti sesuai keinginan kita.
Konfigurasi Wireless Access Point
1.Sambungkan Access Point dengan PC dengan mengunkan kabel
UTP
2.Masuk kedalam WEB Browser yang dimiliki, dalam konfigurasi ini
penulis menggunakan Internet Explorer sebagai browser
3.Masukan IP Default Linksys yaitu 192.168.1.1
4.Masukkan Password dan User name defaulth yaiuadm in danadm in.
Apabila benar maka akan masuk kedalam halaman konfigurasi
5.Apabila kita ingin me-konfigurasikan sebagai Wireless Router dengan input koneksi internet dari server/ISP sehingga dapat disebarkan kepada pengguna jaringan wireless lain atau dapat dikatakan sebagai Hotspot dapat dilakukan dengan cara :
6.Ubah tab Internet Connection Type menjadi Static IP. Isi dengan alamat IP, subnet mask ,gateway dan DNS yang ada pada koneksi internet kita.
Pada praktikum ini penulis menggunakan koneksi internet
yang ada di Lab 2 dengan konfigurasi
Internet IP address
: 192.168.3.19
Subnet Mask
: 255.255.255.0
Gateway
: 192.168.3.1
DNS
: 222.124.162.132
Setelah semua diisikan lanjutkan dengan mengisi Local IP
Address pada field ini tentukan IP wireless yang akan kita gunakan
,pada konfigurasi kali ini menggunakan Local IP Address :
192.168.12.12, dengan Subnet Mask : 255.255.255.0
Apabila kita ingin agar User yang ingin berkoneksi dengan Access Point kita tidak perlu menyeting IP , maka kita pilih Enable pada option DHCP Server.
Masukkan alamat IP awal yang akan kita gunakan dengan mengisikannya di field Starting IP Address, pada konfigurasi kali ini menggunakan IP : 192.168.1.13, isiMaximum Number Of DHCP
User dengan 50 jika kita ingin membatasi maksimal pengguna IP
sebanyak 50 user.
Pada
field
Client
Leases
Time
berfungsi
untuk mengatur/membatasi seberapa lama seorang user dapat terkoneksi dengan Access Point kita, pada konfigurasi kalin ini penulis biarkan kosong. klik butten Save Setting yang terletak diposisi paling bawah pada halaman Setup.
7.Aktifkan Wireless Card pada PC atau Notebook, bila semua telah terkonfigurasi dengan benar maka pada Wireless Network Connection akan muncul koneksi dengan namalinksys.
8.Agar Access Point terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tidak diinginkan,dapat kita aktifkan fasilitas Wireless Security yang terdapat pada Access Point ini. Adapun beberapa cara pengamanan jaringan wireless pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut,
Masuk pada halamanWir eless ,
Pada Security Mode pilih dengan WPA Personal, isi fieldWPA
Algoritma dengan TKIP, masukkan password yang diinginkan
kedalam field WPA Shared Key pada konfigurasi ini diisi dengan
123456789. Setelah selesai konfigurasi klik pada button Save Setting.
Cobalah lagi untuk mengkoneksikan pada koneksi yang telah dibuat, apabila muncul jendela seperti diatas berarti konfigurasi Wireless Security pada Access Point kita telah berhasil diaktifkan.
2. perangkat jaringan (perkabelan)
Setiap jenis kabel mempunyai kemampuan dan spesifikasinya yang berbeda, pengenalan tipe kabel. Ada dua jenis kabel yang dikenal secara umum,
1. UTP unshielded twisted pair,
2. STP shielded twisted pair
3. Coaxial cable.
Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa).Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.Sedangkan untuk coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuman disebut sebagai yellow cable.
Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
* Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
* Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
* Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
* Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
* Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
* Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
* Setiap segment harus diberi ground.
* Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
* Jarang minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).
Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan
Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
* Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
* Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
* Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
* Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
* Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
* Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
* Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
* Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
* Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.
UTP Cable (khususnya CAT5 / CAT5e)
Connector yang bisa digunakan untuk UTP Cable CAT5 adalah RJ-45. Untuk penggunaan koneksi komputer, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu straight cable dan crossover cable. Fungsi masing-masing jenis koneksi ini berbeda, straight cable digunakan untuk menghubungkan client ke hub/router, sedangkan crossover cable digunakan untuk menghubungkan client ke client atau dalam kasus tertentu digunakan untuk menghubungkan hub ke hub.
Straight Cable
Menghubungkan ujung satu dengan ujung lain dengan satu warna, dalam artian ujung nomor satu merupakan ujung nomor dua di ujung lain. Sebenarnya urutan warna dari masing-masing kabel tidak menjadi masalah, namun ada standard secara internasional yang digunakan untuk straight cable ini, yaitu :
Koneksi minimum berdasarkan standar EIA/TIA-568B RJ-45 Wiring Scheme :
Pair#2 is connected to pins 1 and 2 like this:
Pin 1 wire color: white/orange
Pin 2 wire color: orange
Pair#3 is connected to pins 3 and 6 like this:
Pin 3 wire color: white/green
Pin 6 wire color: green
Sedangkan sisa kabel-nya dihubungkan sebagai berikut
Pair#1
Pin 4 wire color: blue
Pin 5 wire color: white/blue
Pair#4
Pin 7 wire color: white/brown
Pin 8 wire color: brown
kabel4.jpg
Crossover Cable
kabel51.jpg
Dasar Koneksi Untuk UTP Crossover Cable
kabel6.jpg
pin 1 -> pin 3, pin 2 -> pin 6, pin 3 -> pin 1, and pin 6 -> pin 2. Pin lainnya dibiarkan tidak terhubung
3. Pengenalan protokol TCP/IP
Arsitektur Protokol TCP/IP
PROTOKOL
Protokol dapat dimisalkan sebagai dua orang yang berasal dari bangsa yang berbeda akan berdialog dan berkomunikasi, kemudian keduanya hanya dapat mengerti dan berbicara dengan bahasa kebangsaannya masing-masing, sehingga dapat dipastikan bahwa tujuan dialog dan komunikasi tersebut tidak akan tercapai. Oleh karena itu agar dialog dan komunikasi dapat berjalan dengan lancar maka masing-masing orang tersebut harus berdialog dengan memakai jasa penterjemah atau protokol.
Demikian juga halnya dengan dua komputer dari pabrik yang berbeda ketika akan berkomunikasi dengan caranya masing-masing juga tidak akan terselenggara dialog yang baik. Sehingga agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar dan tercapainya dialog yang dimengerti oleh kedua komputer tersebut, maka harus menggunakan suatu protokol yang dapat digunakan secara umum.
Protokol Internet pertama kali dirancang pada awal tahun 1980-an. Akan tetapi pada saat itu protokol tersebut hanya digunakan untuk menghubungkan beberapa node saja, dan tidak diprediksi akan tumbuh secara global seperti saat ini. Baru pada awal 1990-an mulai disadari bahwa Internet mulai tumbuh ke seluruh dunia dengan pesat. Sehingga mulai banyak bermunculan berbagai jenis protokol, maka timbul suatu masalah baru dimana jenis protokol dari sebuah pabrik tertentu tidak dapat saling berkomunikasi terhadap protokol jenis lain. Sehingga pada akhirnya suatu badan, yaitu International Standard Organization(ISO) membuat standarisasi protokol yang saat ini dikenal dengan protokol model OSI. Tetapi dikarenakan model OSI ini adalah sebagai konsep dasar dan referensi teori cara bekerja suatu protokol, dalam perkembangannya protokol TCP/IP digunakan sebagai standar de facto, yaitu standaryang diterima karena pemakaiannya secara sendirinya semakin berkembang.
Protokol Model OSI
Secara umum untuk jaringan sekarang, pembakuan yang paling banyak digunakan adalah model yang dibuat oleh International Standard Organization (ISO) yang dikenal dengan Open System Interconnection (OSI). Model OSI tidak membahas secara detail cara kerja dari lapisan-lapisan OSI, melainkan hanya memberikan suatu konsep dalam menentukan proses apayang harus terjadi, dan protokol-protokol apa yang dapat dipakai di suatu lapisan tertentu.Model OSI dibagi atas tujuh lapisan (layer) yang masing-masing lapisan mempunyai fungsi dan aturan tersendiri. Tujuan pembagian adalah untuk mempermudah pelaksanaan standar tersebut secara praktis dan untuk memungkinkan fleksibilitas dalam arti perubahan salah satu lapisan tidak mempengaruhi perubahan dilapisan lain.
Berikut ini akan dijabarkan mengenai fungsi dari masing-masing lapisan:
•Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Merupakan interface pengguna dengan Layer OSI lainnya di layer inilah aplikasi-aplikasi jaringan berada seperti e-mail,ftp, http,danlain sebagainya. Tujuan dari layer ini adalah menampilkan data dari layer dibawahnya kepada pengguna.
•Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Berfungsi mengubah data dari layer diatasnya menjadi data yang bisa dipahami oleh semua jenis hardware dalam jaringan.
•Lapisan Session (Session Layer)
Berfungsi mensinkronisasikan pertukaran data antar proses aplikasi dan mengkoordinasikan komunikasi antar aplikasi yang berbeda.
•Lapisan Transport (Transport Layer)
Layer ini menginisialisasi, memelihara, serta mengakhiri komunikasi antar komputer,selain itu juga memastikan data yang dikirim benar serta memperbaiki apabila terjadi kesalahan.
•Lapisan Network (Network Layer)
Berfungsi untuk menyediakan routing fisik, menentukan rute yang akan ditempuh.
•Lapisan Data Link (Data Link Layer)
Layer ini berwenang untuk mengendalikan lapisan fisik, mendeteksi serta mengkoreksi kesalahan yang berupa gangguan sinyal pada media transmisi fisik.
•Lapisan Fisik (Physical Layer)
Menangani koneksi fisik jaringan dan prosedur-prosedur teknis yang berhubungan langsung dengan media transmisi fisik.
TRANSMISSION CONTROL PROTOCOL(TCP)
Transmission Control Protocol atau sering disingkat TCP berfungsi untuk melakukan transmisi data per segmen, artinya paket data dipecah dalam jumlahyang sesuai dengan besaran paket kemudian dikirim satu persatu hingga selesai. Agar pengiriman data sampai dengan baik, maka pada setiap paket pengiriman, TCP akan menyertakan nomor seri (Sequence Number). Adapun komputer tujuan yang menerima paket tersebut harus mengirim balik sebuah sinyal Acknowledge dalam satu periode yang ditentukan. BIla pada waktunya komputer tujuan belum juga memberikan Acknowledge, maka terjadi "Time out" yang menandakan pengiriman paket gagal dan harus diulang kembali. Mode protokol TCP disebut sebagai Connection oriented protocol. Berbeda pada protokol UDP (User Datagram Protokol) yang disebut sebagai Connectionless protocol.Pada TCP terdapat port, port merupakan pintu masuk datagram dan paket data. Port data dibuat mulai dari port 0 sampai dengan port 65536. Port 0 sampai dengan port 1024 disediakan untuk layanan standar, seperti FTP (port 21), Telnet (port23), POP3 (port 110), HTTP(port 80)dan lain sebagainya, port-port ini lebih dikenal dengan nama well known port.
INTERNET PROTOCOL (IP)
IP (Internet Protocol) address atau alamat IP yang bahasa awamnya bisa disebut dengan kode pengenal komputer pada jaringan yang merupakan komponen vital pada Internet. Setiap komputer yang terhubung dengan Internet setidaknya harus memiliki satu buah alamat IP pada setiap perangkat yang terhubung ke Internet dan alamat IP itu sendiri harus unik karena tidak boleh ada komputer/server/perangkat jaringan lainnya yang menggunakan IP yang sama di Internet.
Alamat IP (IPV4) pada awalnya adalah sederetan bilangan biner sepanjang 32 bit yang dipakai untuk mengidentifikasi host pada jaringan. Alamat IP ini diberikan secara unik pada masing-masing komputer/host yang terhubung ke Internet. Prinsip kerjanya adalah paket yang membawa data dimuati alamat IP dari komputer pengirim data kepada alamat IP pada komputer yang akan dituju, kemudian data tersebut dikirim ke jaringan. Paket ini kemudian dikirim dari router ke router dengan berpedoman pada alamat IP tersebut menujukomputer yang dituju. Seluruh komputer atau host yang tersambung ke Internet , dibedakan hanya berdasarkan alamat IP ini, oleh karena itu tidak boleh terjadi duplikasi pada alamat IP untuk setiapkomputer yang terhubung ke jaringa Internet
Pembagian Kelas IP (IPV4)
Pada IPV4 dapat dibagi menjadi 3 kelas umum (meskipun sebenarnya ada 5) yang tergantung dari besarnya bagian host, yaitu :
* Kelas A (Bagian host sepanjang 24 bit, terdiri dari 16,7 juta host)
* Kelas B (Bagian host sepanjang 16 bit, terdiri dari 65534 host)
* Kelas C (Bagian host sepanjang 8 bit, terdiri dari 254 host)
* Kelas D (Multicast Address)
* Kelas E (Digunakan untuk keperluan masa depan)
Format Alamat IPV4
Pemberian alamat dalam Internet mengikuti format alamat IP (RFC 1166). Alamat ini dinyatakan dengan 32 bit (bilangan 0 dan 1) yang dibagi atas 4 bagian (setiap bagian terdiri dari 8 bit atau oktet) dan tiap kelompok dipisahkan oleh sebuah tanda titik. Untuk memudahkan pembacaan, penulisan alamat dilakukan dengan angka desimal, misalnya alamat IP 131.107.12.200yang jika dinyatakan dalam bilangan biner menjadi 10000011.11010111.00001100.11001000. Dari 32 bit ini berarti banyaknya jumlah maksimum alamatyang dapat dituliskan adalah 2 pangkat 32, atau 4.294.967.296 alamat.Adapun format alamat IPV4 terdiri dari 2 bagian, networkID dan hostID menyatakan alamat lokal (host/router). Akan tetapi dari 32 bit ini tidak boleh semuanya angka 0 atau 1 (0.0.0.0 digunakan untuk jaringan yang tidak dikenal dan 255.255.255.255 digunakan untuk broadcast)
Subnetting IPV4
Subnet mask ialah angka biner 32 bit yang digunakan untuk
* Membedakan network ID dan Host ID
* Menentukan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar
Kelas A 255.0.0.0 FF.00.00.00
Kelas B 255.255.0.0 F.FF.00.00
Kelas C 255.255.255.0 FF.FF.FF.00
Contoh
Suatu subnet C memiliki kebutuhan host ID terbesar yaitu 26 host-ID (ada 26 komputer yang hendak dihubungkan dalam 1 segmen yang sama). Maka konversikan ke dalam bentuk biner dari desimal 26, sehingga menjadi 11010, sehingga disini kita memerlukan 5 bit, artinya untuk host ID 26 kita membutuhkan 5 bit sehingga subnet mask yang diperlukan ialah :
11111111.11111111.11111111.11100000 = dalam biner
FF.FF.FF.E0 = dalam hexa
255.255.255.224 = dalam desimal
atau dapat ditulis dalam bentuk net prefix /27 dimana 27 adalah jumlah angka 1 pada netmask
alokasi tersebut jika untuk kelas C maka:
* 192.168.0.1 - 192.168.0.30 = range IP yang dapat digunakan (192.168.0.0/27)
dengan 192.168.0.0 dan 192.168.0.31 tidak dpt dugunakan (NetID dan broadcast ID)
* 192.168.0.33 - 192.168.0.62 = range IP lain yang dapat digunakan(192.168.0.32/27)
dengan 192.168.0.32 dan 192.168.0.63 tidak dpt digunakan (NetID dan broadcast ID)
.....
dst hingga
* 192.168.0.225 - 192.168.0.254 = range IP(192.168.0.224/27)
dengan 192.168.0.224 dan 192.168.0.255 tidak dapat digunakan (NetID dan broadcastID)
jika dengan subnet yang sering kita gunakan 255.255.255.0 maka
* 192.168.0.1 - 192.168.0.254 = range IP (192.168.0.0/24)
dengan 192.168.0.0 dan 192.168.0.255 tidak dapat digunakan (NetID dan broadcast ID)
Subnet Mask
Sebuah subnet mask memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi bagian dari alamat IP disediakan untuk jaringan, dan bagian mana yang tersedia untuk menggunakan host. If you look at the IP address alone, especially now with classless inter-domain routing, you can't tell which part of the address is which. Jika anda melihat alamat IP sendiri, apalagi sekarang dengan domain tanpa kelas antar-routing, Anda tidak bisa membedakan mana bagian dari alamat tersebut yang. Adding the subnet mask, or netmask, gives you all the information you need to calculate network and host portions of the address with ease. Menambahkan subnet mask, atau netmask, memberikan semua informasi yang Anda butuhkan untuk menghitung bagian jaringan dan host dari alamat dengan mudah. In summary, knowing the subnet mask can allow you to easily calculate whether IP addresses are on the same subnet , or not. Secara ringkas, mengetahui subnet mask dapat memungkinkan Anda untuk dengan mudah menghitung apakah alamat IP yang sama pada subnet , atau tidak.
Determining network and host portions of an IP address using a subnet mask Menentukan
jaringan dan host bagian dari alamat IP menggunakan subnet mask
To determine what the network address is for any given IP address, you merely have to convert both octal addresses into binary, and do a bitwise AND operation. Untuk menentukan alamat jaringan untuk alamat IP tertentu, Anda hanya harus mengkonversi kedua alamat oktal ke biner, dan melakukan bitwise DAN operasi. An example using an IP address of 156.154.81.56 used with a network mask of 255.255.255.240 follows: Contoh menggunakan alamat IP 156.154.81.56 digunakan dengan masker jaringan 255.255.255.240 berikut:
| IP Address: IP Address: | 10011100.10011010.01010001.00111000 10011100.10011010.01010001.00111000 |
| Subnet mask: Subnet mask: | 11111111.11111111.11111111.11110000 11111111.11111111.11111111.11110000 |
| Bitwise AND Bitwise DAN | ———————————————– ---------------- |
| Result: Hasil: | 10011100.10011010.01010001.00110000 10011100.10011010.01010001.00110000 |
As you can see, the network address for the IP address and subnet mask in question is 156.154.81.48. Seperti yang Anda lihat, alamat jaringan untuk alamat IP dan subnet mask tersebut adalah 156.154.81.48. To determine the how many hosts are possible to be on this same subnet, it is a simple operation. Untuk menentukan berapa banyak host yang mungkin berada di subnet yang sama ini, itu adalah operasi sederhana. Count the number of bits from the right until you get to the first "1" in the binary network address display. Hitung jumlah bit dari kanan sampai Anda mendapatkan yang pertama "1" dalam menampilkan alamat jaringan biner. That number will be the power you raise 2 to for the calculation of possible number of hosts. Angka itu akan menjadi kekuatan Anda meningkatkan 2 untuk untuk menghitung kemungkinan jumlah host. You must also subtract two from the result because one address is reserved for broadcast and network addresses. Anda juga harus kurangi dua dari hasil karena satu alamat yang dicadangkan untuk alamat broadcast dan jaringan. This leaves you with the final algorithm of 2^n-2. Hal ini membuat Anda dengan algoritma akhir 2 ^-n 2. In this case there are 4 bits of 0 in the network address, leaving you with 2^4-2 hosts possible, or 14 hosts. Dalam hal ini terdapat 4 bit 0 di alamat jaringan, sehingga Anda dengan 2 ^ 4-2 host mungkin, atau 14 host. This means that your network address is 156.54.81.48, that you have a range of addresses available to hosts from 156.154.81.49 – 156.154.81.62, and that the broadcast address for this network is 156.154.81.63. Ini berarti bahwa alamat jaringan Anda 156.54.81.48, bahwa Anda memiliki kisaran alamat yang tersedia untuk host dari 156.154.81.49 - 156.154.81.62, dan bahwa alamat broadcast untuk jaringan ini adalah 156.154.81.63.
Are subnet masks necessary? Apakah diperlukan subnet mask?
Subnet mask sangat penting untuk komunikasi pada suatu jaringan IP. perangkat jaringan menggunakan sasaran alamat IP dan netmask ditetapkan untuk menentukan apakah jaringan host ini subnet lokal, atau jaringan remote.Hal ini penting karena perangkat bertindak berbeda tergantung pada hasil. Jika subnet adalah lokal, perangkat akan mengirim ARP permintaan untuk mengambil MAC atau alamat perangkat keras dari sistem yang bersangkutan untuk berkomunikasi melalui lapisan data-link. Jika alamat ditemukan berada di jaringan remote, maka perangkat jaringan rute paket ke gateway di dalamnya tabel routing yang ditetapkan untuk menangani jaringan tersebut. Jika tidak ada entri tabel routing adalah yang sesuai dengan jaringan yang, paket dialihkan ke rute default.Jika tidak ada rute default didefinisikan, paket menjatuhkan dengan habitat nya.
1)langkah pertama...masuk ke run atau win key+r, ketik "regedit" lalu plih pilih Hkey_local_machine.
2)Langkah selanjutnya pilih System kemudian klik CurrentControlSet + Service,klik Tcp/ip.
3)Langkah selnajutnya, klik knan pada IPEnableRouter. seperti gambar berikut..
4)kemudian masuk ke control panel dan plih network connection, seperti gambar di bawah...
5)setelah tu klik 2 kali...dan plih local area network yang terpasang...dan klik knan properties..untuk setting ip...seperti gambar berikut...
6) kemudian masukkan ip address pada server seperti gambar berikut...
7)setelah tu setting ip pada client "A" seperti gambar berikut..
Catatan : "Net IDnya pada IP Address harus sama dengan salah satu IP Address yang telah di setting server"(saat konfigurasi router and remote setting pada bab sebelumnya).
8)konfigurasi pada client "B" seperti gambar di bawah ini...
9) setelah itu saatnya tes koneksi...melakukan ping...dengan run..ketik "cmd"..trus ketik ping trus dilanjutkan dengan Net ID milik server dengan yang sama dengan client. jika hasilnya replay...berarti sukses...seperti gambar berikut..
kemudian cek di client yang laennya("B")...seperti berikut...
2)Langkah selanjutnya pilih System kemudian klik CurrentControlSet + Service,klik Tcp/ip.
3)Langkah selnajutnya, klik knan pada IPEnableRouter. seperti gambar berikut..
4)kemudian masuk ke control panel dan plih network connection, seperti gambar di bawah...
5)setelah tu klik 2 kali...dan plih local area network yang terpasang...dan klik knan properties..untuk setting ip...seperti gambar berikut...
6) kemudian masukkan ip address pada server seperti gambar berikut...
7)setelah tu setting ip pada client "A" seperti gambar berikut..
Catatan : "Net IDnya pada IP Address harus sama dengan salah satu IP Address yang telah di setting server"(saat konfigurasi router and remote setting pada bab sebelumnya).
8)konfigurasi pada client "B" seperti gambar di bawah ini...
9) setelah itu saatnya tes koneksi...melakukan ping...dengan run..ketik "cmd"..trus ketik ping trus dilanjutkan dengan Net ID milik server dengan yang sama dengan client. jika hasilnya replay...berarti sukses...seperti gambar berikut..
kemudian cek di client yang laennya("B")...seperti berikut...
Melangkah Ke Peer to Peer
Saya anggap Anda memiliki Windows XP Professional di depan Anda. Perhatikan bahwa Windows XP Home Edition tidak mendukung fungsi jaringan peer to peer.
- Klik Start, Control Panel, Network Connections.
- Pilih Set up a home or small office network link di bawah Network Tasks di sisi kiri.
- Network Setup Wizard di layar akan muncul. Klik Next.
- Klik checklist for creating a network. Hasilnya akan ditampilkan dalam gambar di bawah ini.
- Sekarang, klik Next pada “Before you continue screen.“
- Jika wizard menemukan interface jaringan terputus, Anda akan melihat layar yang diberikan di bawah ini, berjudul The Wizard found disconnected network hardware. Anda harus menghubungkan jaringan atau memilih (menceklist) Ignore disconnected network hardware checkbox untuk melanjutkan. Setelah Anda menyelesaikan masalah ini, klik Next.
Pastikan Anda menyelesaikan antarmuka jaringan konektivitas sebelum melanjutkan ke metode koneksi.Layar “Select a connection method” akan muncul. Di sini Anda akan memilih dari tiga pilihan koneksi (lihat contoh gambar di bawah). Tentukan pilihan Anda dan klik Next.
Catatan: Untuk komputer pertama yang anda siapkan (yang biasanya bertindak sebagai “induk” dari peer to peer jaringan), Anda harus mengklik “This computer connects directly to the Internet” radio nutton. Untuk komputer yang anda siapkan sesudahnya (kedua, ketiga, keempat, dll), pilih radio button kedua, yang mengatakan bahwa computer is already hosting and managing the Internet connection.
- Pada “Select your Internet connection” layar, pilih sambungan jaringan yang berhubungan dengan Internet di bawah Connections dan klik Next. harus membuat pilihan atau tombol Next akan tetap berwarna abu-abu.
Konfigurasi Internet Connection
Komputer Anda memiliki banyak koneksi, jadi bagian ini sangat penting bagi kedua konektivitas internet dan masalah firewall (lihat gambar di bawah). Disini akan membantu Anda memulai wizard dengan mendefinisikan.
“inside
” network adapter (local area network) dan “wild-side” network adapter (koneksi internet). Buat pilihan dan klik Next. Dalam kasus saya, saya memilih “Let me choose the connections to my network.”
Menetapkan Routed Connection Antara Local Computers dan InternetMelanjutkan contoh saya, karena pilihan yang telah saya buat, “Select the connections to bridge” layar muncul. Hal ini diperlihatkan dalam gambar di bawah ini.Pilih koneksi dan klik Next.
Silahkan pilih network interface yang berlaku untuk Local Area Network Anda.
- Lengkapi Computer description and Computer name field pada “Give this computer a description and name screen” (seperti gambar di bawah) dan klik Next.
Lengkapi kolom Workgroup Name pada “Name your network” dan klik Next. (Lihat gambar di bawah).
Periksa pengaturan pada layar “Ready to apply your network settings” dan ketika semuanya telah diatur dengan benar, klik Next.
Klik Finish setelah proses konfigurasi selesai.Anda sekarang telah menciptakan mesin induk pada jaringan peer to peer. Berikutnya, Anda akan mengkonfigurasi komputer client (komputer klien apapun yang Anda tambahkan ke jaringan peer to peer akan dikonfigurasi dalam cara yang sama). Hal ini mudah dilakukan dengan menjalankan wizard di komputer lain (Windows XP Professional), pada langkah 8 (lihat gambar # 3), anda harus memilih radio button yang kedua. Kemudian, lengkapi layar yang meminta anda untuk menamakan networknya.
6. Konfigurasi Jaringan Wireless LAN ( peer-to-peer )
Model jaringan ini memungkinkan perangkat wireless berkomunikasi satu sama lain secara langsung tanpa central access point.
Banyak metode digunakan untuk konfigurasi jaringan Ad-Hoc, berikut adalah salah satu contoh sederhana tips dan tahapan dalam mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc wireless LAN.
1. Dibutuhkan “wireless network card” pada masing-masing komputer.
2. Masuk ke “network card properties” dan set SSID dengan nama tertentu (unique). Pastikan bahwa anda mengkonfigure SSID dengan nama yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak sama, jaringan tidak akan terhubung.
3. Masuk ke “network card properties” dan set “channel” untuk jaringan wireless yang akan digunakan. Pastikan anda mengkonfigurasi channel dengan angka yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak, jaringan tidak akan terhubung.
4. Set IP LAN static pada kedua komputer. Patikan anda mengkonfigurasi IP komputer tersebut dalam satu subnet dan range yang sama. Jika anda set IP pada satu komputer 192.168.1.1 255.255.255.0, pastikan komputer lainnya di set juga pada range (192.168.1.2-254).
5. Set “network card” pada mode “ad-hoc”, bukan “infrastructure”.
Dengan konfigurasi diatas, seharusnya jaringan ad-hoc anda sudah bisa berjalan normal.
Misal, salah satu PC anda terhubung ke internet, dan PC satu lagi ingin ikut/numpang dalam mengakses internet, anda bisa mengaktifkan fungsi Internet Connection Sharing (ICS) pada OS Windows, berikut tahapannya:
1. Aktifkan “ICS” pada PC yang memiliki koneksi internet. Catat alamat IP PC ini, yang akan menjadi komputer “host”.
2. Set “default gateway” “network card” pada PC yang kedua ke alamat IP komputer “host” (refer ke No.1).
3. Set “DNS server” untuk PC yang kedua dengan alamat IP DNS dari ISP anda.
Perlu diingat bahwa dengan “Internet Connection Sharing” (ICS) via ad-hoc wireless LAN, komputer “host” harus selalu “ON”, jika anda ingin PC kedua bisa mengakses internet.
Tahapan Test Koneksi untuk PC Windows :
1. Klik Start.
2. Klik Run.
3. Ketik “cmd”.
4. Ketik “ping x.x.x.x”, dimana x.x.x.x adalah alamat IP dari salah satu PC.
5. Jika “ping is successful”, maka jaringan anda sudah UP dan anda memiliki “full connectivity”
Banyak metode digunakan untuk konfigurasi jaringan Ad-Hoc, berikut adalah salah satu contoh sederhana tips dan tahapan dalam mengkonfigurasi jaringan Ad-Hoc wireless LAN.
1. Dibutuhkan “wireless network card” pada masing-masing komputer.
2. Masuk ke “network card properties” dan set SSID dengan nama tertentu (unique). Pastikan bahwa anda mengkonfigure SSID dengan nama yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak sama, jaringan tidak akan terhubung.
3. Masuk ke “network card properties” dan set “channel” untuk jaringan wireless yang akan digunakan. Pastikan anda mengkonfigurasi channel dengan angka yang sama untuk masing-masing komputer. Jika tidak, jaringan tidak akan terhubung.
4. Set IP LAN static pada kedua komputer. Patikan anda mengkonfigurasi IP komputer tersebut dalam satu subnet dan range yang sama. Jika anda set IP pada satu komputer 192.168.1.1 255.255.255.0, pastikan komputer lainnya di set juga pada range (192.168.1.2-254).
5. Set “network card” pada mode “ad-hoc”, bukan “infrastructure”.
Dengan konfigurasi diatas, seharusnya jaringan ad-hoc anda sudah bisa berjalan normal.
Misal, salah satu PC anda terhubung ke internet, dan PC satu lagi ingin ikut/numpang dalam mengakses internet, anda bisa mengaktifkan fungsi Internet Connection Sharing (ICS) pada OS Windows, berikut tahapannya:
1. Aktifkan “ICS” pada PC yang memiliki koneksi internet. Catat alamat IP PC ini, yang akan menjadi komputer “host”.
2. Set “default gateway” “network card” pada PC yang kedua ke alamat IP komputer “host” (refer ke No.1).
3. Set “DNS server” untuk PC yang kedua dengan alamat IP DNS dari ISP anda.
Perlu diingat bahwa dengan “Internet Connection Sharing” (ICS) via ad-hoc wireless LAN, komputer “host” harus selalu “ON”, jika anda ingin PC kedua bisa mengakses internet.
Tahapan Test Koneksi untuk PC Windows :
1. Klik Start.
2. Klik Run.
3. Ketik “cmd”.
4. Ketik “ping x.x.x.x”, dimana x.x.x.x adalah alamat IP dari salah satu PC.
5. Jika “ping is successful”, maka jaringan anda sudah UP dan anda memiliki “full connectivity”




Tidak ada komentar:
Posting Komentar